Siapakah Perempuan Berkerudung dan Berjilbab Ini?

KUPANG, NTTONE.COM — Mungkin netizen bertanya-tanya siapakah dua wanita berjilbab yang foto bersama dengan seorang biarawati Katolik yang jadi viral itu?

Kami sempat chatting dengan pemilik akun facebook Cvherenhasr, Sabtu (18/3/2017) malam, mendapatkan jawabannya.

Pemilik akun Cvherenhasr sebenarnya seorang biarawati asal kampung Balaweling, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dia merupakan biarawati dari kongregasi Putri Reinha Rosari (PRR) yang berpusat di Lebao, Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

Dia sendiri memiliki nama biara, Suster Verena, PRR, dan saat ini sedang menyelesaikan kuliah Pastoral di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Tentang fotonya yang jadi viral, Suster Verena mengaku tidak menyangka foto itu menjadi bahan pemberitaan Pos Kupang.

“Ini bukan soal viralnya.. Tapi bagaimana kita menempatkan media ini sebagai sarana pewartaan.  Semoga bisa menginspirasi bagi yang lain, bahwa berbeda itu indah,” tulis Suster Verena menanggapi pemberitaan Pos-Kupang.com.

“Bagi saya viral atau tidak foto ini, tidak jadi masalah. Yang terpenting bagi saya adalah ketika satu jiwa merasa tersapa.. Maka wajah dunia telah berubah..Dari kebencian menjadi cinta damai. Dari perbedaan menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan,” tulisnya lagi.

Sedangkan dua wanita berhijab yang foto bersama dengannya, Suster Verena mengaku tidak tahu nama mereka.

Menurut dia, foto itu berlokasi di Taman Doa Gua Maria Kereb Ambarawa, Jawa Tengah.

Taman doa itu, katanya, terbuka untuk umum.

Tidak hanya orang Katolik, orang-orang beragama lain, termasuk yang muslim, datang ke tempat itu sekadar menikmati taman doanya dan mencari ketenangan di sana.

“Ketika bertemu, mereka (dua wanita berhijab, Red) minta saya untuk foto bersama mereka. Kami jadi akrab satu sama lain, meskipun waktux hnya sbntr saja,” kata Suster Verena.

Tidak hanya foto itu, Suster Verena juga ternyata memiliki banyak foto bersama dengan wanita-wanita muslim yang diposting di Facebook. Salah satunya adalah foto ini.

Suster Verena dan
Suster Verena dan Sebti (facebook/cvgerenhasr)

Perempuan berhijab ini, menurut Suster Verena, bernama Sebti, seorang mahasiswi yang sedang kuliah di APMD Yogyakarta.

“Dia sering ke biara dan nginap di sini. Kalau pas jam Sholat, dia Sholat di Mesjid, kebetulan Mesjidx dekat biara,” tulis Suster Verena via Messenger.

Mengomentari foto ini, Suster Verena menulis status berikut.

Siapakah engkau kawan???

Segelintir orang melihat kita BERBEDA. PENUTUP KEPALA kita jelas membuat kita berbeda.

Tapi..mengapa kita begitu DEKAT?

Karena terlalu DEKAT, aku tak tahu engkau dari mana, AGAMAmu apa, warna kulitmu apa.

Aku melihatmu seperti SAUDARIKU, KELUARGAKU.

Kita baru saja BERTEMU di teras BIARA ini, aku menerimamu SEBAGAI SAUDARIKU, tanpa merasa SUNGKAN, karena memang TUHANku mengajariku tentang MENCINTAI SESAMA SEPERTI MENCINTAI DIRI SENDIRI.

Aku ingin engkau tahu kawan..bahwa di HATI ini engkau adalah SAUDARIKU.

Meskipun kita BERBEDA dalam HAL IMAN, tetapi dalam KEMANUSIAAN kita tetap SAUDARA.

Mari SAUDARIKU..kita wartakan kepada dunia tentang INDAHNYA PERBEDAAN INI, AGAR DUNIA PUN TAHU BAHWA ENGKAU DAN AKU ADALAH SATU ANAK TUHAN.

BIARLAH DUNIA TAHU BAHWA DALAM PERBEDAAN KITA SALING MENGENAL, SALING MELENGKAPI.

Foto ini mendapat komen dari 102 facebookers.

John Kolin: Yg begini mestinya ditiru …..bukan membedakan satu sama lain….proficiat suster.kmi bangga dgn persaudaraan seperti ini….semoga ini menjadi bhan refleksi dan buka mata bagi mereka yg tp hr ga ada kerja tp hax berpikir negatif.

Laurens Maomecha: Perbedaan yang mempersatukan.

Rafael Benny: Begitu akrab sekali..seperti ini lah yg kita inginkan amen,,,,!

Enzo Fernandez: Itulah KITA.. bukan DIA dan juga MEREKA… semoga KITA saling mengasihi..amin…

 Daniel Reo: Adeemm lihat spt ini ….

Raulee Radlee: Walau pun agama berbeda, namun tuhan tidak menyuruh kan umat nya bermusuh, tapi umat nya sendiri melaga-laga kan. Alangkah baik nya jika kita duduk bersama-sama hahaha..praise the lord.

 Rofitul Yon Kav III: indah bgt kbersamaan nya
lakumdinukum walaiadin agama mu agama mu agama ku agama ku tp kta ttp bersatu n sling mnghargai n mnghormati

Seperti diberitakan sebelumnya, di tengah-tengah isu mengenai aksi-aksi intoleran, ternyata masih ada aksi-aksi yang menunjukkan toleranasi.

Contoh pertemanan tiga wanita ini mungkin jadi bukti. Seperti foto yang di-upload pemilik akun fecebook bernama Cvherenhasr ini menunjukkan seorang biarawati Katolik pose sambil pelukan dengan dua wanita yang berhijab.

Dalam Akun ini, yang bertuliskan status APA YANG ANDA PIKIRKAN TENTANG FOTO INI??????, nampak mereka akrab berpose dengan latar belakang kolam.

Foto ini pun langsung menjadi viral dan mendapat komen lebih dari 100 orang yang sebagian besar memuji foto ini.

Seperti yang ditulis Oa Ephyne Alexia: ” surga sdh xata di dunia krn kerukunann…”

Ini beberapa komentar yang ditulis dalam akun facebook,
Orin Dasilva: “Hidup rukun dan damai”

Pius Paji: “Blolok Sangat sangat positif dengan kehidupan yang saling mencintai satu sama lain”.

Yanto Anunut: “Aduuuuhhh rukun banget ni foto biar bedah tp se hati”

Edwin Baharum: “Bineka tunggal ika, nkri banget….”

Suster Verena dan dua wanita berhijab.
Suster Verena dan dua wanita berhijab. (facebook/cvherenhasr)

Yu Veni : “Inilah contoh saudaraku ,hidup saling menghormati cinta kasih .mantap”

Alex Making: “Tidak ada sekat2 pemisah yg menyulitkn kehidupan manusia…”

Edelbertus Seda: “Inilah Indonesia yg selalu menjunjung tinggi kebhinnekaan”

Ririn Esther Subekti: “Sipp suster, seia sekata,,, pertemanan yg harmonis”

Cesilia Makatita: “Usnaat Berbeda tapi satu tujuan”
Piani Kidul: “Teruslah merangkul walaupun kita berbeda walau semestinya kita adalah satu”
Nahason Purba: “Toleransi yang diharapkan”
Lukder Siboro: “Indahnya kebersamaan”
Lusia Ira: “Toleransi beragama yg indah sus”
Ria Hendry Kereen: “suster……pemandangan yg indah…”

Oksan Sampepolan: “Indah nya kedamaian di dalam perbedaan…”

Vincentius Johakim : “Damai dlm perbedaan yg harmonis.bukti indonesia negara yg sangat tinggi punya nilai toleransi”

Gabriel Laba:” Sama sama sama memakai tutup kepala dan fungsinya sama walau namanya berbeda yakni tudung dan jilbab. Maknanya selamat datang keberagaman yang membuat kita bersatu”

Ooppa Ffrance: “Itu baru namax hidup bertoleransi, jgn membeda bedakan krn kita semua adalah ciptaanx,”

Viktor Palbeno: “Kerukunan hidup manusia indah indonesia negara yg hidup masyarakatx berbeda2 tetap satu Bhineka tunggal ika.” (Pos Kupang) 

Related Posts
Fenomena Orang Katolik Pakai Nama Muslim di NTT
BORONG, NTTONE.COM — "Apalah arti sebuah nama", adagium sastrawan legendaris asal Inggris William Shakespears tersebut, tampak nyata di kehidupan warga Nusa Tenggara Timur (NTT). Bagi warga NTT di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai ...
READ MORE
Pertanyakan Gaji, Guru Honorer Ini Malah Dipecat
KUPANG, NTTONE.COM – Adi Meliyati Tameo, guru honorer Sekolah Dasar Negeri (SDN) Oefafi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dipecat, setelah mempertanyakan gajinya selama tiga bulan yang belum dibayarkan. Tidak hanya ...
READ MORE
Ratusan Advocat Mengikrarkan Sumpah Advocat di Pengadilan Tinggi Jakarta
JAKARTA, NTTONE.COM – Ratusan advocat terlihat berdiri tegak mengikrarkan sumpah sebagai advocat Indonesia yang akan setia kepada Pancasila, UUD 1945, dan NKRI, serta siap membantu siapa saja yang ingin mendapatkan ...
READ MORE
Warga Belu, Jeronio Minta Presiden Jokowi Bantu Bebaskan Ibunya
ATAMBUA, NTTONE.COM — Jeronio Goncalves (13) bocah asal Atambua, Kabupaten Belu meminta Presiden RI, Jokowi untuk membantu membebaskan ibunya, Antoneta Goncalves yang ditahan pihak Timor Leste karena melintas secara ilegal beberapa ...
READ MORE
Ketua DPRD Minta Masyarakat Dukung Putri NTT Di Ajang Putri Indonesia
KUPANG, NTTONE.COM — Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno meminta kepada seluruh masyarakat NTT untuk bersatu dalam memberikan dukungan dan doa buat Putri NTT, Gloria Angelica Radja Gah di ajang pemilihan ...
READ MORE
Irminus Deni, Kepala Desa yang Peduli Buruh Migran
JAKARTA, NTTONE.COM - Salah seorang kepala desa dari Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Irminus Deni Dawa, terpilih menjadi narasumber dalam acara Koalisi Bersama Buruh Migran NTT yang berlangusng 5-7 April ...
READ MORE
MM Ardy Mbalembout
JAKARTA, NTTONE.COM – Aliansi Advocat Masyarakat Bela Negara Untuk Parlemen Bersih mendukung penuh langkah-langkah Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR-RI, untuk menyelidiki, memutuskan, dan menuntaskan dugaan pelanggaran etika yang dilakukan oleh ...
READ MORE
KAI DKI Jakarta Lantik 122 Advocat Baru
JAKARTA, NTTONE.COM – Konggres Advocat Indonesia (KAI) DPD DKI Jakarta, kembali melantik sekitar 122 calon advocat menjadi advocat. Acara ini berlangsung di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Jakarta Pusat, pada 18 ...
READ MORE
Gubenur dan Ketua Dekranasda NTT Harus Minta Maaf Kepada Istri Wakil Presiden
                                                                                 @ OLeh: Petrus Selestinus Gubernur NTT Farns Lebu Raya dan Ketua Dekranasda Lucia Adinda Lebu Raya serta Kep. Perwakilan Pemda NTT di Jakarta,  Berto Lalo, harus menjelaskan dan sekaligus meminta ...
READ MORE
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
JAKARTA, NTTONE.COM - Warga Pulau Sumba yang berdomisili di Jabodetabek akan meramaikan Car Free Day di Jl. Sudirman, Jakarta Pusat pada Minggu, 9 Maret 2017. Komunitas ini akan mengambil ruas ...
READ MORE
Fenomena Orang Katolik Pakai Nama Muslim di NTT
Pertanyakan Gaji, Guru Honorer Ini Malah Dipecat
Ratusan Advocat Mengikrarkan Sumpah Advocat di Pengadilan Tinggi
Warga Belu, Jeronio Minta Presiden Jokowi Bantu Bebaskan
Ketua DPRD Minta Masyarakat Dukung Putri NTT Di
Irminus Deni, Kepala Desa yang Peduli Buruh Migran
Aliansi Advocat Masyarakat Bela Negara Dukung Penuh MKD
KAI DKI Jakarta Lantik 122 Advocat Baru
Gubenur dan Ketua Dekranasda NTT Harus Minta Maaf
Atraksi Sumba Akan Meriahkan Car Free Day

© 2017, www.nttone.com. All rights reserved.

NTTOne.com (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook (0)

G Plus (0)