Jokowi Resmikan Bendungan Raknamo, Masyarakat Maknai Sebagai Kado Natal dan Tahun Baru

RAKNAMO, NTTONE.COM — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan bendungan Raknamo di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (9/1/2018).

Masyarakat Kabupaten Kupang menyampaikan terima kasih kepada Jokowi atas diresmikannya bendungan Raknamo.

Masyarakat memaknai peresmian penggunaan bendungan Rakanmo sebagai kado Natal dan Tahun Baru. Masyarakat berjanji akan memanfaatkan sumber air yang ada untuk menanam tanaman padi, jagung di kawasan persawahan termasuk memanfaatkan air baku.

Beberapa warga Kabupaten Kupang, di antaranya Kepala Dusun IV Desa Raknamo, Yusuf Ledo, tokoh pemuda, Benyamin Oemathan, Veroika Jawa Leja Senge dan Roviana Soares, menyampaikan hal ini saat ditemui di sela-sela kegiatan peresmian bendungan Raknamo oleh Presiden Jokowi, Selasa (9/1/2018).

Kehadiran Jokowi bersama Ibu Negara, Ny. Iriana didampingi Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, beberapa menteri juga para bupati/walikota sedaratan Timor serta pejabat tingkat pusat dan daerah.

Yusuf Ledo mengatakan, seluruh warga kabupaten umumnya dan Desa Raknamo khususnya sangat bahagia dan bangga penyerahan lahan secara gratis tanpa ganti rugi untuk pembangunan bendungan kini sudah selesai.

Warga selama ini hanya mengandalkan curah hujan dan embung kecil yang ada sangat tidak membantu persawahan warga. Untuk itu, dengan hadirnya bendungan ini membuat warga semakin giat bekerja mengolah lahan untuk menanaman tanaman padi, jagung, sayur mayur.

Peresmian bendungan Raknamo oleh Presiden Jokowi ini, kata Yusuf, merupakan hadiah natal dan tahun baru buat warga di daerah ini.

“Kami senang sekali dengan hadirnya bendungan raksasa ini. Ini saya kira hadiah istimewa natal dan tahun baru buat kami oleh bapak presiden. Terima kasih Pak Jokowi karena sudah menjawabi harapan kami selama ini untuk mendapatkan sumber air yang cukup untuk persawahan kami,” kata Yusuf.

Dirinya juga meminta supaya pemerintah perlu memberdayakan potensi warga lokal untuk dipekerjakan sebagai tenaga apapun di bendungan Raknamo.

Perhatian ini sebagai imbalan buat warga yang sudah merelakan lahan untuk pembuatan bendungan. Bahkan dirinya secara pribadi menyerahkan lahan seluas 50×50 meter untuk pembuatan reservoar penampungan air baku.

Dia mengharapkan tenaga potensial lokal bisa dimanfaatkan dan tidak perlu mendatangkan tenaga dari luar daerah.

Benyamin Oemathan mengatakan, secara pribadi dirinya senang dan bahagia bendungan yang dibangun dari target 5 tahun bisa diselesaikan dalam waktu 3 tahun dan saat ini telah diresmikan Jokowi.

Dengan hadirnya bendungan ini maka warga akan semakin giat bekerja mengolah lahan sawah yang ada.

“Kami selama ini hanya andalkan hujan saja. Tapi dengan adanya bendungan ini kami senang sekali. Terima kasih Pak Presiden Jokowi sudah perhatikan kami petani di Kabupaten Kupang. Kami juga senang sekali dengan pembangunan bendungan, jalan masuk ke Desa Raknamo juga sudah bagus dihotmix dan luas sekali. Kami sangat bahagia,” ucap Benyamin.

Sementara Veroika Jawa Leja Senge, Roviana Soares meminta agar pada saat bendungan sudah mulai digunakan, dan pemerintah mau mengembangkan kawasan wisata, maka warga lokal juga perlu diberikan lahan untuk berusaha.

Keduanya mengharapkan agar pemerintah bisa menyiapkan lahan untuk warga bisa menjual hasil usaha rumah tangga.

“Saya hanya minta kalau pemerintah mau kembangkan lokasi bendungan sebagai kawasan wisata, kalau bisa ada lahan sedikit untuk kami bisa jual hasil seperti jagung, ubi, sayur atau kami bisa buka kios jual-jualan. Karena saya dengar lahan yang ada sudah dibeli orang kaya, untuk buka usaha besar. Saya dan warga lainnya hanya minta sedikit lahan untuk kami bisa jualan,” ujar Veronika.

Roviana menambahkan, kawasan Bendungan Raknamo saat ini banyak warga berkunjung untuk foto-foto. Untuk itu, dia meminta supaya lahan sepanjang jalan masuk ke bendungan bisa diberikan buat warga untuk menjual hasil kerajinan guna menopang ekonomi keluarga.

“Saya tidak minta banyak-banyak, cukup sedikit lahan untuk bisa jualan. Saya lihat setiap hari kendaraan roda dua dan empat masuk ke bendungan untuk foto-foto. Makanya saya mau berusaha menjual barang kecil-kecilan di sekitar lokasi bendungan,” harap Roviana. (*) 

Related Posts
15 Balon Gubernur NTT Uji Kepatutan di DPP PDIP, Inilah yang Dikatakan Andreas Hugo Pareira
KUPANG, NTTONE.COM — Sebanyak 15 Bakal Calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur NTT mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) di Jakarta, Selasa ...
READ MORE
Suara Anak Kupang ini Sangat Merdu Saat Diajak Nyanyi oleh Hudson Jessica
KUPANG, NTTONE.COM — Hudson Jessica Prananjaya, penyanyi berjawah dua setengah perempuan dan setengah pria ini mengajak seorang anak asal Kupang-NTT nyanyi Lagu Bolelebo. Suara anak ini sungguh mencengangkan semua penonton termasuk ...
READ MORE
75.758 Guru se NTT Ikut Uji Kompetensi Guru
KUPANG, NTTONE.COM — Sebanyak 75.758 guru dari tingkat TK hingga SMA/SMK di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mengikuti uji kompetensi guru (UKG) yang dilaksanakan di setiap kabupaten/kota di NTT. UKG ...
READ MORE
Tulisan Prof. Dr. Sutan Remy Sjah: “AHOK dan JAKARTA”
JAKARTA, NTTONE.COM — Tak ada Gubernur di daerah lain yang punya dana operasional rata-rata hingga Rp5 Milyar per bulan kecuali Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (AHOK). Dana operasional Gubernur ini ...
READ MORE
PRESIDEN JOKOWI HARUS MENGEVALUASI KINERJA PANGLIMA TNI DAN SEJUMLAH PEJABAT TNI DAN POLRI, TERKAIT AKTIVITAS FPI DAN PELATIHAN BELA NEGARA
JAKARTA, NTTONE.COM — Presiden Jokowi harus mengevaluasi kembali dan mulai menertibkan beberapa pejabat eksekutif negra yang memiliki loyalitas ganda atau berkepribadian ganda, terutama di kalangan internal TNI/POLRI terkait dengan aktivitas ...
READ MORE
SECARA YURIDIS CUTI KAMPANYE PETAHANA DALAM PILKADA BUKANLAH KEWAJIBAN MELAINKAN HAK PETAHANA
JAKARTA, NTTONE.COM — Kewenangan memberi ijin cuti petahana untuk kampanye sepenuhnya berada di tangan Presiden diwakili oleh Mendagri untuk petahan Gubernur dan Wakil Gubernur yang menjadi calon dan dari Mendagri diwakili ...
READ MORE
Rajut Kebhinnekaan, Jangan Terdorong Dengan “Si Pemecah Belah”
NTTONE.COM — Ketua MPR Zulkifli Hasan mengaku prihatin dengan banyaknya saling menista dan saling melapor sesama anak bangsa. Bagi Zulkifli, seharusnya jangan "memisah-misahkan". “Sekarang kalau bukan pendukungnya, maka dianggap lawannya. Kalau ...
READ MORE
Istri Pemilik Nikahsiri.com Dibully dan Dikucilkan Warga
JAKARTA, NTTONE.COM — Rani Tania (30) istri dari Aris Wahyudi (49), pendiri situs perjodohan www.nikahsirri.com, meminta maaf atas perbuatan suaminya. Ia berharap masyarakat tidak lagi mengucilkannya. Selain itu, Rani pun berharap penangguhan suaminya ...
READ MORE
Mahasiswa yang Kumpul Kebo Dibawa ke Kantor Lurah Paupire
ENDE, NTTONE.COM — Terhadap para mahasiswa yang ditemukan hidup bersama dalam satu kamar kos namun tanpa ada ikatan perkawinan sah tim gabungan langsung membawa mereka ke Kantor Lurah Paupire. Setelah tiba di ...
READ MORE
Tokoh Lintas Agama Ajak Masyarakat Jangan Golput
JAKARTA, NTTONE.COM — Tokoh lintas agama dalam Interreligious Council (IRC) Indonesia mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya pada Pilkada serentak esok dengan tidak menjadi golongan putih (golput). "Agar masyarakat menggunakan hak pilihnya," ...
READ MORE
15 Balon Gubernur NTT Uji Kepatutan di DPP
Suara Anak Kupang ini Sangat Merdu Saat Diajak
75.758 Guru se NTT Ikut Uji Kompetensi Guru
Tulisan Prof. Dr. Sutan Remy Sjah: “AHOK dan
PRESIDEN JOKOWI HARUS MENGEVALUASI KINERJA PANGLIMA TNI DAN
SECARA YURIDIS CUTI KAMPANYE PETAHANA DALAM PILKADA BUKANLAH
Rajut Kebhinnekaan, Jangan Terdorong Dengan “Si Pemecah Belah”
Istri Pemilik Nikahsiri.com Dibully dan Dikucilkan Warga
Mahasiswa yang Kumpul Kebo Dibawa ke Kantor Lurah
Tokoh Lintas Agama Ajak Masyarakat Jangan Golput

© 2018, www.nttone.com. All rights reserved.

NTTOne.com (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook (0)

G Plus (0)