Bupati Sabu Raijua NTT Jadi Tersangka Korupsi Dana Pendidikan

NTTONE.COM — Bupati Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Marthen Dira Tome kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Marthen sebelumnya sudah menang di praperadilan ketika pertama ditetapkan tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi dana pendidikan luar sekolah tahun 2007-2008.‎

“KPK beberapa hari lalu sudah menetapkan kembali, MDT sebagai tersangka,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Kata Agus, Marthen ketika itu lepas dari jeratan hukum ketika menang melawan KPK di praperadilan. Namun, KPK kembali membuka sprindik baru dan menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan kembali Marthen sebagai tersangka.

“Dulu pernah ditetapkan sebagai tersangka, namun di praperadilan kemudian yang bersangkutan dimenangkan,” kata Agus.

Agus menjelaskan, saat ini tim penyidik KPK masih memeriksa saksi-saksi di NTT. Pemeriksaan dilakukan di NTT agar para saksi tetap bisa bekerja. “Supaya saksi bisa bekerja dengan baik di lapangan,” ucap dia.

Sebelumnya, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan Nursyam mengabulkan gugatan praperadilan Marthen terhadap KPK, Rabu 8 Mei 2016 silam. Dalam putusan itu, hakim meminta KPK sebagai termohon untuk segera mencabut Sprindik Nomor: Sprin.Dik/49/01/10/2014 tanggal 30 Oktober 2014, tentang penetapan tersangka.

Menurut Hakim, penetapan tersangka terhadap Marthen tidak sah. Hakim menilai, KPK melanggar Pasal 8 UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

Adapun kasus ini berawal dari laporan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Fraksi Demokrat, Anita Yakoba Gah. Anita melaporkan dugaan korupsi dana PLS senilai Rp 77 miliar pada 2007. Kasus ini ditindaklanjuti Kejaksaan Negeri Kupang setahun kemudian. Namun, Kejari Kupang tidak menemukan bukti dan menutup kasus.

Pada 2011, kasus ini dibuka kembali Kejari Kupang dan diambil alih oleh Kejati NTT. Kemudian medio Oktober 2014, kasus ini diambil alih KPK untuk ditindaklanjuti.

KPK pun menetapkan Marthen Dira Tome sebagai tersangka. Namun, Marthen baru diperiksa oleh KPK pada 15 Agustus 2015, setelah ditetapkan tersangka sejak Oktober 2014.‎ (liputan6.com) 

Related Posts
Alumni GMNI NTT Kerja Bhakti di Masjid dan Katedral Ende
ENDE, NTTONE.COM — Ratusan alumni dan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) NTT menggelar bhakti sosial di tempat ibadah di seputaran Kota Ende masing-masing di Masjid Besar Ara Bita dan ...
READ MORE
Pemkab Matim Rapat Pemantapan Tour de Flores
BORONG,NTTONE.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim) melakukan rapat pemantapan Tour de Flores (TdF) tanggal 22 Mei 2016. Rapat pemantapan itu berlansung di ruang rapat bupati Matim, Rabu (11/5/2016). Rapat dipimpin ...
READ MORE
Kota Kupang Tumbuh Makin Dewasa
KUPANG, NTTONE.COM — Memperingati lahirnya Kota Kupang tahun ini yang kedua puluh, sebagai warga kota ada baiknya dilakukan review perjalanan kota ini dari berbagai aspek kehidupan. Jika kota dianalogikan sebagai ...
READ MORE
Merasa Diperlakukan Tak Manusiawi, Dewi Adukan Oknum Imigrasi Malaysia
MEDAN, NTTONE.COM — Perempuan cantik asal Kota Medan yang diperlakukan dengan cara tidak menyenangkan saat berada di Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 2 resmi membuat pengaduan ke Konsulat Jenderal Malaysia di ...
READ MORE
Inilah Kondisi Sel Khusus Ahok di Rutan Cipinang
CIPINANG, NTTONE.COM — Gubernur DKI Jakarta (Nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mulai menjalani masa penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur. Dia ditahan setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan ...
READ MORE
Inilah Alasan Pelantikan Presiden AS Selalu pada Bulan Januari
WASHINGTON, NTTONE.COM — Hari Jumat (20/1/2017) waktu setempat, presiden terpilih AS Donald Trump diambil sumpahnya di Gedung Capitol, Washington DC. Setelah pelantikan maka Donald Trump resmi menjadi presiden ke-45 AS menggantikan ...
READ MORE
Sandiaga Uno Akhirnya Resmi Jadi Cawapres Prabowo Subianto
JAKARTA, NTTONE.COM — Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya mendeklarasikan diri sebagai bakal calon presiden, dan Sandiaga Uno sebagai bakal calon presiden pendampingnya pada Pilpres 2019. Dalam deklarasi yang dilakukan di depan rumah pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, ...
READ MORE
Pengamat: Jokowi Berani Ambil Risiko, SBY Lebih Suka Manjakan Rakyat
JAKARTA, NTTONE.COM — Pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya, memberikan pandangannya atas kritik yang belum lama ini ditujukan kepada pemerintahan Joko Widodo terkait kebijakan pembangunan. Ia memandang, kebijakan Presiden terkait penggunaan ...
READ MORE
Hanura Akan Melaporkan Rizieq Atas Penghinaan Terhadap Pancasila
JAKARTA, NTTONE.COM — Ada lima hal yang akan dilaporkan Hanura atas ucapan Rizieq yang tidak pantas sebagai ulama, antara lain: penghinaan terhadap Pancasila, penghinaan terhadap Hanura, penghinaan terhadap Ketua Umum ...
READ MORE
Minat Baca Indonesia Berada di Urutan ke-60 Dunia
JAKARTA, NTTONE.COM — Kondisi minat baca bangsa Indonesia memang cukup memprihatinkan. Berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, ...
READ MORE
Alumni GMNI NTT Kerja Bhakti di Masjid dan
Pemkab Matim Rapat Pemantapan Tour de Flores
Kota Kupang Tumbuh Makin Dewasa
Merasa Diperlakukan Tak Manusiawi, Dewi Adukan Oknum Imigrasi
Inilah Kondisi Sel Khusus Ahok di Rutan Cipinang
Inilah Alasan Pelantikan Presiden AS Selalu pada Bulan
Sandiaga Uno Akhirnya Resmi Jadi Cawapres Prabowo Subianto
Pengamat: Jokowi Berani Ambil Risiko, SBY Lebih Suka
Hanura Akan Melaporkan Rizieq Atas Penghinaan Terhadap Pancasila
Minat Baca Indonesia Berada di Urutan ke-60 Dunia

© 2016, www.nttone.com. All rights reserved.

NTTOne.com (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook (0)

G Plus (0)