Bara JP Akan Laporkan Kasus Penyelundupan Harley Davidson kepada Presiden Jokowi

ATAMBUA, NTTONE.COM —Tiga bulan berlalu sejak kasus dugaan penyelundupan sepeda motor mewah Harley Davidson (HD) terungkap di pelabuhan Atapupu pada tanggal 3 Oktober 2017, penanganan kasus itu dinilai tidak wajar dan aparat tidak transparan.

Pasalnya, hingga saat ini belum diketahui siapa tersangka dalam kasus tersebut, dari mana asal barang tersebut dan berapa banyak barang itu.

Perwakilan Pemuda Perbatasan RI-RDTl, Don Bosco Bere Loe kepada Pos Kupang di Atambua, Kamis (4/1/2018), mengatakan, yang menangani kasus dugaan penyelundupan Harley Davidson tidak transparan dan terkesan berjalan di tempat.

Don Bosco Bere Loe
Don Bosco Bere Loe (POS KUPANG/EDY BAU)

Berbeda dengan kasus yang menimpa masyarakat perbatasan, kata Don Bosco, dalam hitungan jam saja sudah ada tersangka.

“Kita pertanyakan kasus ini karena kasus orang selundup satu dua jeriken langsung tersangka dan ditahan. Tapi motor Harley yang merugikan negara miliaran rupiah belum ada tersangka. Ini yang kami masyarakat sangat tidak puas. Hukum seolah-olah tajam ke bawah tumpul ke atas,” ujarnya.

Dia mencontohkan betapa aparat penegak hukum tebang pilih dalam kasus penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) dan tembakau sag di Dilumil pada tanggal 31 Desember 2017 sudah ditetapkan dua tersangka. Sedangkan kasus Harley Davidson yang sejak awal Oktober 2017 justru hilang bagai ditelan bumi.

“Kita berharap, aparat penegak hukum bersikap adil dalam menegakkan hukum. Tidak boleh tebang pilih,” tegasnya.

Lebih lanjut, Don Bosco yang juga Penasehat Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) Belu ini mengatakan dirinya akan mengkoordinir masyarakat untuk mengawal kasus ini.

Dirinya akan menyampaikan langsung kasus ini kepada Presiden Jokowi pada Rakornas Bara JP di Rote Ndao dalam waktu dekat.

“Kita Bara JP Belu akan sampaikan ini kepada presiden nanti. Kita mau ini tuntas dan terang benderang, siapa pelakunya, jangan sampai ada yang ditutupi dalam kasus ini,” tegasnya.

Kepala Kantor Bea Cukai Atambua, Tribuana Wetangtera tidak berhasil dikonfirmasi. Saat Pos Kupang mendatangi Kantor Bea Cukai Atambua pada Kamis (4/1/2017), Tribuana hanya mengirimkan bagian humas untuk memberi penjelasan.

Kepada Pos Kupang, Bagian Humas Kantor Bea Cukai Atambua, Daud Melkizedek menjelaskan, sampai saat ini belum ada perkembangan terkait penanganan kasus itu (Harley Davidson, Red) karena semuanya sudah ditangani oleh Bea Cukai pusat.

“Semuanya ditangani orang pusat. Kita di Humas belum dapat informasi. Kalau sudah ada nanti kita sampaikan,” ujar Daud. (Pos Kupang) 

Related Posts
1.152 Mahasiswa Undana Lakukan KKN
KUPANG, NTTONE.COM — Sebanyak 1.152 mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode April 2016. Rektor Undana, Prof. Fredrik L Benu, M.Si, Ph.D menyampaikan hal itu melalui ...
READ MORE
Ini Loh, Gebrakan Dinas Penanaman Modal Kota Kupang
KUPANG - Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu kota Kupang terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada warga kota. Kepala Dinas Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu ...
READ MORE
Pasukan SAS Diselamatkan Seekor Anjing Saat Dikepung ISIS
BAGHDAD, NTTONE.COM — Seekor anjing jenis alsatian atau gembala jerman didaulat sebagai pahlawan setelah ikut menyelamatkan pasukan khusus Inggris SAS yang dikepung ISIS di Irak. Menurut sejumlah laporan, sebuah konvoi kendaraan ...
READ MORE
USUL ABOLISI KEPADA PRESIDEN JOKOWI DAN REKONSOLIASI DENGAN RIZIEQ SHIHAB PERLU DIWASPADAI
JAKARTA, NTTONE.COM — Presiden Jokowi dan semua pihak harus mewaspadai usul Yusril Ihza Mahendra agar Rizieq Shihab diberikan abolisi dan dilakukan rekonsoliasi antara pemerintah dan Rizieq Shihab serta sejumlah aktivis ...
READ MORE
Sylviana Tersandung Kasus Dana Bansos Pramuka
JAKARTA, NTTONE.COM — Sylviana Murni (sering disapa Mpok Sylvi), calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, memperoleh surat panggilan dari  Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri. Penyidik ...
READ MORE
Lukman: Semangat 28 Oktober Harus Jadi Obor
MAUMERE, NTTONE.COM — Kepala Kesbangpol Kabupaten Sikka, Drs.Lukman M.Si mengatakan, semangat Sumpah Pemuda28 Oktober 1928 harus terus menjadi obor penyemangat pemuda dan pelajar masa kini. Keberhasilan generasi terdahulu menyatukan hati dan pikiran Bangsa ...
READ MORE
Gubernur NTT: PNS Bukan Abdi Diri
KUPANG, NTTONE.COM — Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan pegawai negeri sipil (PNS) bukan abdi bagi dirinya, melainkan abdi bagi negara dan masyarakat. Gubernur mengatakan itu ketika membuka Diklat Kepemimpinan (Diklat Pim) ...
READ MORE
Mikael Umbu Zasa Menyatakan Siap Mendampingi Titu Eki
JAKARTA, NTTONE.COM -  Di sela-sela road show-nya ke Sumba, Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Sumba, Mikael Umbu Zasa, menyatakan siap mendampingi Titu Eki sebagai calon wakil gubernur NTT. Titu Eki ...
READ MORE
KPK Tahan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub
JAKARTA, NTTONE.COM — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Selasa sore langsung menahan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Bobby Reynold, setelah ia menjalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan ...
READ MORE
Pendeta di Kupang Kembangkan Rempah Pengawet Mayat
KUPANG, NTTONE.COM — Pendeta Octovina Metboki Nalle, S.Th, bersama jemaat Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) Pniel Manutapen, Kota Kupang mengembangkan rempah-rempah menjadi ramuan pengawet mayat atau jenazah. Rempah-rempah ini bisa digunakan ...
READ MORE
1.152 Mahasiswa Undana Lakukan KKN
Ini Loh, Gebrakan Dinas Penanaman Modal Kota Kupang
Pasukan SAS Diselamatkan Seekor Anjing Saat Dikepung ISIS
USUL ABOLISI KEPADA PRESIDEN JOKOWI DAN REKONSOLIASI DENGAN
Sylviana Tersandung Kasus Dana Bansos Pramuka
Lukman: Semangat 28 Oktober Harus Jadi Obor
Gubernur NTT: PNS Bukan Abdi Diri
Mikael Umbu Zasa Menyatakan Siap Mendampingi Titu Eki
KPK Tahan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub
Pendeta di Kupang Kembangkan Rempah Pengawet Mayat

© 2018, www.nttone.com. All rights reserved.

NTTOne.com (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook (0)

G Plus (0)